‘IDUL FITRI ceria bersama FS NURI...
Pelajaran Dari Ramadhan
Pertama-tama,
marilah kita panjatkan puji dan puja kehadirat Allah swt karena pada
pagi hari ini kita masih diberikan karunia untuk melakukan shalat ied,
setelah sebelumnya kita diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa.
Mudah-mudahan kita dapat mensyukuri karunia ini dengan sungguh-sungguh
karena seringkali kita lupa akan karunia Allah ini. Karunia kesehatan
dan kebahagiaan.
Dapat kita bayangkan kondisi saudara-saudara kita
lainnya yang tidak seberuntung kita semua pada saat ini, dimana ada
saudara kita yang sakit sehingga tidak dapat menunaikan ibadah puasa dan
shala ied. Betapa irinya mereka terhadap kita. Ada pula kaum Muslimin
yang harus merayakan akhir Ramadhan ini di medan pertempuran, jauh dari
sanak saudara. Ada pula kaum Muslimin yang harus merayakan lebaran ini
dari tempat pengungsian.
Sungguh beruntung kita semua karena Allah
memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi kita semua. Untuk itulah mari
sekali lagi kita syukuri karunia Allah ini. Marilah kita kumandangkan
takbir.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
laa ilaha illAllahu akabar.
Allahu akbar wa Lillah ilhamd
Hadirin
yang dimuliakan Allah. Ramadhan baru saja berlalu. Pelajaran apa yang
dapat kita peroleh? Mari kita umpamakan Ramadhan ini sebagai sebuah
sekolahan. Kita sebut sekolahan ini dengan nama “sekolah Ramadhan”.
Ramadhan sebagai sebuah sekolah khusus
Sebelum
menilik kepada pelajaran yang kita peroleh, mari kita lihat dahulu
keistimewaan sekolahan “Ramadhan ini”. Kita akan tempat “sekolah
Ramadhan” ini di Indonesia, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam.
Sekolah Ramadhan ini berbeda dan memiliki kekhususan dalam banyak hal.
Hal yang pertama, setiap orang Islam wajib masuk sekolah ini. Tapi
sekolah Ramadhan ini tidak dipungut biaya. Hal yang kedua, semua orang
tahu aturan sekolah. Semua orang, bahkan anak kecil pun, tahu lonceng
masuk sekolah berbunyi pada saat kita masuk ke waktu Subuh. Dan semua
orang tahu bahwa waktu sekolah usai pada malam hari. Di dalam masa
“sekolah” ini semua orang tahu peraturan “sekolahan”, seperti larangan
makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Karena semua
orang tahu, maka cobaan pun lebih mudah dihindari. Tidak ada orang yang
menawari makan atau minum di siang hari. Bahkan waktu kerja pun
seringkali dipersingkat. Kesempatan untuk beribadah diperbesar.
Pokoknya, berbagai hal dipermudah. Bayangkan jika anda harus menjalankan
puasa di negeri orang yang orang Islamnya minoritas, sehingga mereka
tidak tahu apa itu puasa. Tidak ada perilaku khusus. Kerja tetap panjang
waktunya. Godaan makan dan minum lebih banyak. Apalagi jika anda
tinggal di negeri yang memiliki empat musim; winter (musim dingin),
spring (musim semi), summer (musim panas), dan fall (musim gugur). Puasa
bisa saja jatuh di musim panas (summer) yang siang harinya lebih
panjang daripada malam hari. Puasa anda bisa dimulai dari pukul 2 pagi
sampai pukul 9 malam. Mungkin kita hanya sempat berbuka dan langsung
dilanjut
dengan sahur. Demikian nikmatnya sekolah Ramadhan di negara kita ini.
Allahu
akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillah ilhamd.
Ramadhan itu juga memiliki keistimewaan sebagaimana diutarakan dalam
hadits ini “Jika tiba Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka dan
pintu-pintu neraka ditutup serta syetan-syetan dibelenggu.”
(Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)
Jadi di sekolah Ramadhan itu
gangguan dari syetan ditiadakan. Jadi kalau kita masih berkelakuan dan
berpikiran jahat, maka itu bukan perbuatan syetan melainkan dari diri
kita sendiri. Lagi-lagi ini sebuah kemudahan.
Hal yang ketiga,
berbeda dengan sekolahan dimana kita dinilai atau diuji oleh seorang
guru, maka di sekolahan Ramadhan ini kita menilai diri sendiri. Tidak
ada ebtanas. Ujiannya adalah antara kita dan Allah swt.
Ketika kita
melakukan puasa, tidak ada orang lain yang tahu apakah kita benar-benar
melakukannya dengan baik kecuali diri sendiri. Tidak ada orang yang tahu
kalau kita makan sambil sembunyisembunyi kemudian pura-pura masih
berpuasa. Tentu saja Allah tahu. Jadi yang menilai adalah diri kita
sendiri dan Allah karena puasa ini milik Allah. Disebutkan dalam sebuah
hadits:
“Setiap amal anak Adam bagi dirinya. Satu kebaikan diberi
balasan dengan sepuluh kebaikan yang serupa hingga tujuh ratus kali.
Allah berfirman, ‘Kecuali puasa. Puasa itu bagi-Ku dan Aku membalasnya.
Dia meninggalkan makanan karena Aku, meninggalkan minuman karena Aku dan
meninggalkan istrinya karena Aku’.” (Diriwayatkan Al-Bukhary, Muslim,
Malik, Abu Daud, At-Tirmidzy dan An-Nasa’y)
Puasa ini tidak untuk apa-apa atau siapa-siapa, kecuali hanya untuk Allah.
Pelajaran yang dapat dipetik
Ada banyak pelajaran yang kita peroleh dari sekolah Ramadhan ini. Berikut ini adalah beberapa contoh pelajaran yang kita terima.
Lapar dan dahaga
Pelajaran yang paling minimal yang dapat dipetik dari Ramadhan adalah lapar dan dahaga. Ini pelajaran yang paling rendah.
“Berapa
banyak orang yang berpuasa, namun yang diperolehnya dari puasanya itu
hanyalah lapar dan dahaga saja.” (HR Khuzaimah dan Thabrani)
Dari
sini kita belajar bahwa lapar dan dahaga itu tidak enak. Terbayang oleh
kita saudara-saudara kita yang ditimpa musibah sehingga mereka tidak
dapat makan dan minum senikmat kita. Mohon kita bedakan mereka ini
dengan orang-orang malas yang tidak mau bekerja. Masih banyak saudara
kita yang meski telah berusaha, akan tetapi masih kesulitan mendapatkan
makanan.
Seringkali kita menggunakan alasan lapar dan dahaga di bulan
Ramadhan ini untuk tidak dapat bekerja dengan baik. Lemas pak. Pusing
pak. Bayangkan apabila anda, anak anda, kerabat anda, anak buah anda
lapar. Apakah mereka dapat bekerja, bersekolah, atau melakukan kegiatan
dengan baik?
Untuk itu marilah kita berusaha dan bekerja agar kita
tidak lapar, agar keluarga kita tidak lapar. Dan bantulah kerabat dan
tetangga agar mereka juga tidak lapar.
Kemampuan mengendalikan diri sendiri
Kita
sebenarnya memiliki kemampuan pengendalian diri yang luar biasa. Ketika
kita meniatkan untuk melakukan sesuatu, maka niat tersebut dapat
terlaksanan. Bayangkan, kita melakukan puasa selama sebulan hanya karena
niat! Kita tidak makan, minum, merokok, dan melakukan hal-hal yang
membatalkan puasa hanya karena sebuah niat! Kita tidak mencela orang,
menjelek-jelekkan orang, menggosip, hanya karena sebuah niat! Ketika
darah mendidih marah, maka kita menahan diri bersabar dan mengatakan:
‘maaf saya sedang berpuasa.’ Ternyata kita mampu menahan nafsu amarah
hanya karena sebuah niat! Nawaitu! Luar biasa.
Bagi seorang dewasa
dia tahu bahwa dia tidak mendapatkan hadiah (paling tidak, tidak secara
langsung) atau mendapatkan bonus karena puasanya. Tapi toh puasa itu
dilakukan juga. Kalau kata sebuah iklan, ini bukan saja luar biasa, tapi
“rrruaaarrr... biasa”. Ini kendali diri yang luar biasa yang
kadang-kadang kita tidak sadari.
Bagi anak-anak, mungkin ikut puasa
karena disuruh oleh orang tuanya. Meskipun demikian, ini masih luar
biasa. Mampu mengendalikan diri sendiri di usia anak-anak. Juga luar
biasa. Anak-anak juga memulai kebiasaan shalat, tarawih, dan melakukan
kegiatan keagamaan lainnya. Kebaikan berangkat dari kebiasaan. Namun,
keburukan juga berangkat dari kebiasaan. Jadi kebiasaan yang baik harus
dimulai dari sejak kecil. Kita harus rayakan kemenangan kita ini! Allahu
akbar. Allahu akbar. Allahu akbar.
Zakat
Di akhir bulan Ramadhan
ini kita membayar zakat. Zakat ini juga merupakan sebuah ujian kepatuhan
kita. Apakah kita patuh kepada Allah ataukah kita lebih mementingkan
uang? Takut miskin? Berapalah uang yang kita bayarkan untuk zakat?
Untung
(atau rugi?) bahwa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak berada di
tengah-tengah kita. Kalau ada, maka mungkin kita berhadapan dengan
pedang Abu Bakar. Mengapa kita perlu ditakuttakuti dengan pedang Abu
Bakar baru mau membayar zakat? Coba simak ayat berikut “Dan, orang-orang
yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang
meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau
meminta).” (Al-Ma’arij: 24-25)
Jika anda tidak mau membayar zakat,
maka Allah akan mengambilnya dari anda. Misalnya melalui musibah,
kecopetan, sakit, kebutuhan ini itu yang tidak anda rencanakan. Yang
bukan hak anda pasti akan memisahkan diri. Apakah kita mau bermain-main
kucing-kucingan dengan Allah? Berani? Bayarlah zakat sehingga kita bisa
tenang.
Bagi para Muslimin yang belum mampu membayar zakat, mengapa
belum? Jadikan ini sebagai target tahun depan! Tahun depan, kami harus
mampu bayar zakat!
Bagaimana jika gagal? Meski sekolahan Ramadhan ini mendapat perlindungan khusus, tapi mungkin masih juga gagal.
Banyak
penyebab kegagalan ini. Jika kita gagal karena sakit atau halangan
lain, itu bisa dimaklumi. Nanti kita bayar. Namun jika kita gagal
melaksanakan tugas yang diwajibkan dalam bulan Ramadhan ini tanpa alasan
yang kuat, maka kita harus berhati-hati sebab dengan segala kemudahan
yang telah diberikan oleh Allah, kita masih gagal juga. Bayangkan syetan
dibelenggu saja kita masih kalah. Apalagi jika syetan-syetan ini
dilepas! Ajakan-ajakan dan godaan-godaan untuk melakukan maksiat akan
lebih dahsyat lagi. Tentunya lebih sulit lagi melaksanakan
perintah-perintah Allah. Kegagalan ini harus menjadi sebuah peringatan
keras.
Pasca Ramadhan, Selepas Ramadhan
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt. Ramadhan telah berlalu. Entah dia akan menjadi saksi
yang
meringankan kita atau malahan menjadi saksi yang memberatkan. “Puasa
dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata, ‘Ya Rabbi, aku mencegahnya makanan dan syahwat, maka berilah
aku syafaat karenanya.’ Al-Qur’an berkata, ‘Aku mencegahnya tidur pada
malam hari, maka berilah aku syafaat karenanya’. Beliau bersabda, ‘Maka
keduanya diberi syafaat’,” (Diriwayatkan Ahmad)
Semoga Al-Qur’an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak. Amin.
Waktu melatih diri telah selesai. Masuklah kita kepada praktek sehari-hari. Mampukah kita
mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kita yang telah kita raih di Ramadhan? Apakah kita
kembali lagi menjadi pecundang (loosers), orang yang kalah?
Jika kita kalah, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menang?
Sedih rasanya melihat ketidak mampuan kita untuk mengenda diri. Kita lihat wakil-wakil rakyat
yang berperilaku seperti anak-anak. Dimana hilangnya kesabaran kita? Kemana larinya kemampuan
kita untuk melakukan puasa dan shalat lail? Ternyata kita hanya menjadi seorang Ramadhani saja,
yaitu orang yang mengingat Allah kala Ramadhan saja. Dalam sebuah ceramahnya, Syaikh Al-
Qardhawy mengatakan bahwa barangsiapa yang menyembah bulan Ramadhan, sesungguhnya bulan
Ramadhan itu telah mati dan berlalu. Sementara Allah tidak pernah mati dan senantiasa hidup. Di
antara orang salaf ada yang berkata:
“Seburuk-buruk orang ialah yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan.
Maka jadikanlah diri anda seorang Rabbani, dan jangan menjadi Ramadhani.”
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang lebih baik dari itu. Mudah-mudahan Ramadhan ini
membekas di hati kita dan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan ini
menjadi tetap. Jika tidak 100% melekat, mungkin sekian persen saja. Mudah-mudahan kita masih
diberi kesempatan untuk melakukan sekolah Ramadhan lagi di tahun depan. Dan mudah-mudahan
kita dapat lebih baik lagi.
Hadirin sekalian.
Hari ini kita masuk ke bulan Syawal dan merayakan Idul Fitri. Hari ini kita kembali kepada fitrah
yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih. Semuanya ini dalam rangka meningkatkan taqwa
kita. Membersihakan hati kita ini semata-mata hanyalah ibadah kepada Allah swt. Dalam sebuah
kata-kata hikmah dikatakan:
Bukanlah
yang disebut hari raya itu hanya untuk orang yang berpakaian baru saja,
atau alat parabot rumah tangga yang baru saja. Tapi yang dinamakan hari
raya itu adalah bagi orang yang bertambah taatnya kepada Allah swt.
Selain melestarikan Hablum Minallah, Idul Firti ini juga berfungsi sebagai sarana Hablum
BR/versi 1.4/16 Desember 2001
Minannas, sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka hendaklah kita saling maafmemaafkan
secara lahir dan batin, atas segala perbuatan kita yang telah lalu.
Sebagai seorang manusia, kita tidak bisa lepas dari sifat salah dan lupa. Kita adakan Silaturrahmi
kepada sanak famili, kita ajak putra-putri kita kepada famili agar saling mengenal sehingga kita
dapat memberi nasihat menuju kebenaran. Di samping itu, kita juga bersilaturrahmi kepada orangorang
Muslim dimana saja berada. Tersebutlah dalam hadist Rasulullah saw:
“Sesuatu
yang paling cepat mendatangkan kebaikan ialah pahalanya orang yang
berbuat baik dan menyambung kefamilian, yakni silaturrahmi. Dan yang
paling cepat mendatangkan kejahatan, ialah sisksaan orang yang berbuat
jahat dan memutuskan hubungan (kekeluargaan)”. (HR. Ibu Majah)
Kami pribadi mohon maaf lahir dan batin, andaikata kami terdapat kesalahan dan kehilafan dalam
tingkah laku maupun ucapan. Sudilah hadirin memaafkan dengan setulus hati. Dan semoga kita
selalu mendapat taufiq dan hidayah dari Allah dan berbahagia dunia sampai di akhirat.
Akhirnya, marilah kita menundukkan hati kita ke hadirat Allah SWT, memohon ridha dan
perkenanNya.
Ya Allah, ya Tuhan kami. Engkau maha mengetahui, ya Allah terhadap kelemahan-kelemahan
kami, terhadap kekurangan-kekurangan kami.
Engkaulah tempat kami menyembah. Engkaulah tempat kami memohon.
Ya Allah, ya Tuhan kami, kami mohon Engkau ampuni, ya Rabbi, bahwa pada waktu Engkau
memberi karuniaMu, kami mungkin kurang dapat mensyukuri nikmat, namun pada waktu Engkau
memberi cobaan, kami masih pula meragukan kasih sayangMu.
Ya Allah, ya Tuhan kami, berikanlah kami kekuatan serta kemampuan untuk melangkah ke depan,
dimana kami akan tersesat tanpa petunjukMu, kami akan merugi tanpa ridha dan tuntunanMu.
Ya Allah, ya Tuhan kami, curahilah kami dengan rahmat dan nikmatMu, sinarilah hati kami dengan
cahayaMu. Berikanlah kami bimbingan untuk dapat berjalan dijalanMu. Tunjukkanlah kami jalan
yang lurus, yaitu jalan yang Engkau ridhai. Berilah kami kemampuan untuk mengikuti jalan yang
lurus itu ya Allah.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-oran yang Engkau karuniai dengan keimanan dan ketaqwaan yang
kokoh kepadaMu, sehingga kami mampu melawan segala tantangan dan hambatan.
Wabillahitaufik wal hidayah,
Wassalamu ‘alaikum warakhmatullahi wa barakatuh
Keluarga Nurul Ilmi
Jam Berapa sekarang?
Kamis, 08 Agustus 2013
Jumat, 28 Desember 2012
Wahyu Terakhir Kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam
Afwan, ana minta maaf jika tulisan ini membuat antum/antunna sekalian menjadi sedih atau merindukan Rasulullah :)
Wahyu Terakhir Kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :::
Diriwayatkan bahawa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jum'at di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah bersandar
PRESTASI KADER FS NURI, JUARA 2(POMPA AIR DENGAN PEDAL SEPEDA by SAID FIRDAUS) DAN 3 (PEMANFAATAN KARDUS by ELSA MAGARA) LOMBA EKONOMI KREATIV YANG DITAJA PENDIDIKAN EKONOMI
assalamu'alaikum sobat FS NURI.... ni dia ni kader2 yg selalu berprestasi n membanggakan kampus kita,,, he22,,, SAID FIRDAUS (PAI) dan ELSA MAGARA(PKA),, yang telah berhasil membanggakan UIN SUSKA RIAU utk terus berinovasi
1. pompa air dengan pedal sepeda
2 pemanfaatan kardus menjadi barang berguna, seperti kotak tisu, kotak cd, n dll
... nah,,, dlm ksempatan ni... ana hnya membahas pompa air ja, utk pemanfaatan kardus tunggu info selanjutnya,, berikut sekilas pandang profil pompa airny, stelah wawancara dgn penemuny,,:
INOVASI said ialah:
1. pompa air dengan pedal sepeda
2 pemanfaatan kardus menjadi barang berguna, seperti kotak tisu, kotak cd, n dll
... nah,,, dlm ksempatan ni... ana hnya membahas pompa air ja, utk pemanfaatan kardus tunggu info selanjutnya,, berikut sekilas pandang profil pompa airny, stelah wawancara dgn penemuny,,:
INOVASI said ialah:
·
Kurang efektifnya
pemompaan air sumur dengan cara manual namun menggunakan engkolan tangan;
·
Adanya
suatu alat yang tradisional, yaitu alat pemompa air yang di gunakan untuk
memompa air apabila suatu sampan atau perahu mengalami kebocoran;
·
Terinspirasi
dari cara kerja suatu alat suntik yang digunakan oleh dokter;
·
Adanya
suatu sistem kerja yang padu dari sepeda yang menggunakan odong-odong sebagai
permainan anak-anak;
·
Adanya
bentuk sepeda zaman dahulu yang menggunakan roda besar di depannya;
·
Melihat
uniknya bentuk bambu yang dapat digunakan sebagai pengganti pipa. Apalagi bambu
memiliki konsep minimalis maupun natural.
Dewasa ini,
air sumur atau air bcocr pada perahu nelayan dapat disedot atau ditarik dengan
menggunakan pompa air,kerekan atau timba air yang menggunakan mesin dan juga
tenaga manusia yaitu tangan sebagai alat untuk memompa air. Alat pemompa air
merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat untuk
kebutuhan rumah tangga.
Semakin
sulitnya untuk mendapatkan mesin-mesin pemompa air di perdesaan, khususnya
daerah yang sangat terpencil mengharuskan kita untuk mencari alternatif yang
bersifat terbarukan dan ramah lingkungan. Dalam kajian ini dibahas tentang
pemompa air tenaga gerak terutama tenaga manusia. Salah satu alternatifnya
yaitu menggunakan pedal sepeda yang mengguanakan tenaga kaki untuk memompa air
sebagai subsitusi mesin-mesin pemompa air yang sudah ada. Sebagimana kita
ketahui tenaga kaki lebih kuat daripada tenaga tangan, apalagi jika di
hubungkan ke pedal sepeda.
Hal ini
selaras dengan mahalnya mesin pemompa air dan mulai gencar-gencarnya
penghematan listrik dan demi kelestarian alam serta kesehatan masyarakat maka
penggunaan alat pemompa air dengan pedal sepeda ini sangat membantu semua
permasalahan masyarakat tersebut, sehingga alternatif inilah yang menjadi
pemikiran saya agar dapat digunakan oleh masyarakat-masyarakat khususnya
dilingkungan perdesaan yang aplikasinya tidak begitu rumit. Yaitu dengan satu
unit alat pemompa air dengan menggunakan pedal sepeda bisa digunakan oleh
beberapa anggota keluarga misalnya 4 orang dalam satu keluarga, yaitu dengan 1
jam berolahraga sudah cukup berkeringat denganterus mengkayuh sepeda.
nah akhirnya
Didasari
aspek-aspek tersebut, alat ini perlu dikembangkan di Indonesia melalui
sosialisasi terhadap masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara efisien.
Pada
prinsipnya alat pemompa air ini dapat dibuat dengan bahan yang sangat sederhana
ini murah dan mudah di dapat di pedesaan. Dan dengan teknologi yang sangat
sederhana ini mudah-mudahan masyarakat dapat membuat sendiri tanpa harus
membeli mesin pemompa air yang relatif mahal.
Semoga
dengan teknologi sederhana ini masyarakat pedesaan dapat terbantu dalam hal
biaya pembelian mesin pompa air untuk keperluan rumah tangga. Dan harapan kami
pengguna teknologi ini dapat meneliti lebih lanjut demi kesempurnaan dan lebih
menguntungkan.
Kamis, 27 Desember 2012
Gajah di depan mata tak tampak, Kuman disebrang lautan tampak
Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Alhamdulillah akhirnya dewan Syi'ar kembali nge-blogs lagi (heheh... seenengg nya bisa round di dunia maya)
^_^
Judulnya itu untuk bermuhasabah kita sekalian bahwa sebelum memeriksa kesalahan orang,
Rabu, 21 November 2012
Semoga kita masih semangat dan menjaga keistiqomahan dalam mentaati Allah S.wt. Admin mohon maaf karena postingannya macet selama beberapa hari ini, karena di sebabkan sesuatu agenda. Setelah postingan kemarin mengenai tahun baru Hijriyah, masih suasana tahun baru dan admin ingin mengajak teman-teman dumay (dunia maya) untuk bermuhasabah sejenak, sambil meng-evaluasi target-target
Kamis, 15 November 2012
Makna dan Hikmah Tahun Baru Islam(MUHARAM), FS NURI "Satukan Langkah Eratkan Ukhuwah"
Tahun Baru Hijriah adalah salah satu hari besar bagi umat Islam di
seluruh penjuru dunia. Peringatan yang hadir setiap setahun sekali itu
untuk mengenang peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. dan para pengikutnya
dari Mekkah menuju Madinah. Perayaan Tahun Baru Hijriah jatuh pada
tanggal 1 Muharam (kalender Arab) atau 1 Suro (kalender Jawa).
Di Indonesia, perayaan tersebut menjadi tradisi baru yang lahir dari
perpaduan budaya Islam dan Jawa. Karenanya, bentuk peringatannya
mengakar
Senin, 12 November 2012
Peran Pemuda Dalam Gerakan Dakwah
ADK se-Indonesia Sedang Membacakan Sumpah ADK
Saya selalu merasa sangat bergembira
kalau bertemu dan harus berbicara di hadapan para pemuda. Ini semua
menandakan bahwa pemuda tetap bersemangat dan serius, karena setiap
gerakan yang berhasil pasti memiliki kemauan yang kuat, harapan yang
jauh ke depan, dan orientasi yang jelas serta terarah terutama di basis
pemudanya.
Walaupun kadang-kadang gerakan pemuda
kepentok masalah klasik
Langganan:
Postingan (Atom)




